Herpes

Herpes merupakan nama kelompok virus herpesviridae yang dapat menginfeksi manusia. Infeksi virus herpes dapat ditandai dengan munculnya lepuhan kulit dan kulit kering. Jenis virus herpes yang paling terkenal adalah herpes simplex virus atau HSV. Herpes simplex dapat menyebabkan infeksi pada daerah mulut, wajah, dan kelamin (herpes genitalia).

Herpes kulit atau herpes zoster adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya ruam pada kulit dan terasa sakit. Oleh masyarakat awam, herpes kulit sering disebut cacar ular. Penyakit herpes kulit bisa diobati dengan obat antivirus dan pereda nyeri untuk mengatasi keluhan yang muncul.

Herpes kulit disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster, yaitu virus penyebab cacar air. Oleh karena itu, herpes kulit dikenal pula sebagai herpes zoster. Dengan penanganan sejak dini dan tepat, herpes kulit biasanya dapat sembuh dalam waktu 2–3 minggu.

Mengenali Gejala-Gejala Herpes Kulit
Herpes kulit dapat dialami oleh siapa saja, khususnya orang yang pernah mengalami cacar air sebelumnya.

Selain itu, herpes kulit atau herpes zoster juga lebih berisiko terjadi pada orang yang mengalami sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya akibat efek samping pengobatan kanker, menderita penyakit autoimun, menggunakan obat penekan daya tahan tubuh, dan berusia lanjut atau di atas 50 tahun.

Beberapa gejala yang umumnya muncul pada penderita herpes genital, antara lain:

  1. Gatal.
  2. Sakit pada saat buang air kecil.
  3. Keluarnya cairan dari vagina.
  4. Munculnya benjolan di selangkangan.
  5. Munculnya koreng yang menyakitkan pada kemaluan, pantat, anus, atau paha.
  6. Pada pria, herpes dapat menyebabkan kulit penis kering, perih, dan gatal.

Ketika terkena herpes kulit, seseorang akan mengalami gejala berikut ini:

  • Muncul ruam dan bercak kemerahan pada kulit yang terasa nyeri dan perih pada salah satu sisi tubuh
  • Muncul bentol atau lepuhan berisi cairan yang mudah pecah
  • Kulit terasa gatal
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Mati rasa atau kesemutan pada kulit
  • Gejala-gejala tersebut biasanya akan mereda sendiri dalam waktu beberapa minggu. Namun, Anda tetap dianjurkan untuk mendapatkan pengobatan agar herpes tidak menular ke orang lain dan meredakan gejala herpes kulit yang muncul.

Virus Penyebab dan Gejala Herpes
Artikel ini akan fokus membahas kelompok alfa herpesvirus yang paling sering menyebabkan infeksi.

HSV 1

Herpes simplex virus tipe 1 (HSV 1) merupakan virus yang dapat menyebar dengan cepat, dan umumnya menyebabkan herpes oral (mulut). Akan tetapi HSV 1 juga dapat menyebabkan terjadinya herpes kelamin (genital) jika menyebar dari mulut ke alat kelamin pada saat melakukan hubungan seksual melalui oral. HSV 1 dapat menular melalui kontak langsung sederhana dari penderita herpes ke orang yang sehat. Contohnya adalah lewat berciuman (termasuk saat mencium bayi), berbagai pakai peralatan makan atau lipstik dan kosmetik. HSV 1 bahkan dapat ditularkan dari seseorang yang mengalami infeksi HSV 1 namun tanpa gejala.

Gejala yang dapat ditimbulkan oleh infeksi HSV 1 atau herpes oral adalah:

  • Diawali dengan demam, nyeri otot, dan lemas.
  • Muncul rasa nyeri, gatal, rasa terbakar atau ditusuk pada tempat infeksi.
  • Kemudian timbul blister, yaitu lesi kulit seperti melepuh yang pecah dan mengering dalam beberapa hari.
  • Blister yang pecah tersebut mengakibatkan luka dengan rasa nyeri. Bila terjadi di mulut, bisa mengganggu makan.

HSV 2

Herpes simplex virus tipe 2 (HSV 2) merupakan penyebab penyakit herpes genital. Virus ini menyebar melalui kontak dengan luka pada penderita herpes, misalnya saat hubungan seksual. Selain itu, HSV 2 juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya pada saat persalinan.

Baik HSV 1 maupun HSV 2 dapat menjadi infeksi laten di sel saraf dan berisiko muncul kembali saat seseorang mengalami demam, cedera, stres, dan menstruasi. HSV 2 sendiri dapat lebih mudah menginfeksi seseorang jika:

  • Berjenis kelamin perempuan.
  • Bergonta-ganti pasangan seksual.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  • Sedang mengalami penyakit menular seksual selain herpes.
  • Melakukan hubungan seksual di usia muda.

Beberapa gejala yang umumnya muncul pada penderita herpes genital, antara lain:

  • Gatal.
  • Sakit pada saat buang air kecil.
  • Keluarnya cairan dari vagina.
  • Munculnya benjolan di selangkangan.
  • Munculnya koreng yang menyakitkan pada kemaluan, pantat, anus, atau paha.
  • Pada pria, herpes dapat menyebabkan kulit penis kering, perih, dan gat

VZV

Varicella-zoster virus (VZV) merupakan virus kelompok alfa herpesviridae yang menjadi penyebab cacar air dan cacar ular (herpes zoster). Cacar air terjadi ketika virus varicella-zoster menginfeksi seorang anak pertama kali. Sedangkan herpes zoster terjadi ketika cacar air yang diderita seseorang sudah sembuh namun di tubuh orang tersebut masih ada virus varicella-zoster yang bersifat laten dan muncul kembali.

VZV utamanya menular melalui kontak langsung dengan penderita cacar air. Virus ini dapat menimbulkan bintil pada kulit penderita (vesikel) yang berisi cairan dan dapat menjadi perantara penularan virus. Selain itu, VZV juga dapat menular melalui percikan ludah, yaitu pada saat penderita cacar air bersin atau batuk.

Seseorang lebih mudah terkena infeksi virus varicella-zoster jika:

  • Berusia di bawah 12 tahun.
  • Mengalami permasalahan sistem imun, baik akibat penyakit maupun obat-obatan.
  • Pernah mengalami kontak langsung dengan penderita cacar air.
  • Bekerja atau beraktivitas di sekolah atau fasilitas khusus anak-anak.
  • Tinggal bersama anak-anak.

Herpes zoster dapat terjadi pada siapa saja yang pernah mengalami cacar air. Akan tetapi seseorang dapat lebih mudah terkena herpes zoster jika:

  • Berusia 60 tahun ke atas.
  • Sedang menjalani pengobatan kemoterapi atau radioterapi.
  • Sedang menjalani pengobatan yang dapat memengaruhi atau melemahkan sistem imun (imunosupresan).
  • Menderita penyakit yang dapat melemahkan sistem imun seperti HIV/AIDS atau kanker.

Diagnosis Herpes
Herpes dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan mengecek koreng yang terbentuk akibat herpes serta menanyakan gejala yang muncul pada pasien. Selain itu, untuk membantu diagnosis herpes agar lebih akurat, dapat dilakukan pemeriksaan tambahan, seperti:

Kultur virus herpes simplex. Kultur virus herpes bertujuan untuk mendiagnosis adanya virus herpes. Kultur virus herpes dilakukan dengan cara mengusap area kulit atau genital yang terinfeksi, mengambil cairan genital atau cairan tubuh lainnya yang diduga mengalami herpes untuk kemudian diperiksa di laboratorium.
Tes antibodi. Tes antibodi spesifik virus HSV 1 dan HSV 2 dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi primer herpes, namun tidak dapat mendeteksi infeksi herpes rekuren. Tes antibodi dilakukan dengan mengambil sampel darah dari tubuh, kemudian dianalisis di lab untuk dicek keberadaan antibodi spesifik HSV 1 ataupun HSV 2. Perlu diingat bahwa tubuh memerlukan waktu sekitar 12-16 minggu untuk membentuk antibodi anti HSV 1 atau HSV 2, setelah virus HSV masuk ke dalam tubuh pertama kali. Tes antibodi HSV 1 dan HSV 2 sangat membantu diagnosis, terutama jika pasien tidak mengalami koreng atau pelepuhan pada kulit.

Komplikasi Herpes
Herpes simplex jarang menimbulkan komplikasi serius pada penderita. Herpes simplex dapat menimbulkan komplikasi, terutama jika penderita juga menderita infeksi HIV. Penderita herpes simplex yang juga menderita HIV biasanya menderita gejala herpes yang lebih parah dan lebih sering kambuh. Beberapa komplikasi yang jarang, namun serius, yang dapat ditimbulkan oleh herpes simplex adalah:

  1. Penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain.
  2. Radang otak dan selaputnya.
  3. Radang paru-paru.
  4. Hepatitis.
  5. Esofagitis.
  6. Kematian jaringan retina mata.

Pengobatan Obat Herbal Penyakit Herpes

Obat Herbal bubuk ini dicampur aduk dengan ARAK PUTIH lalu dioleskan pada kulit.

Obat herpes ini hasil racikan turun temurun dari kakek buyut, jadi belum ada merk pada kemasan, untuk arak putih tidak dijual.

JIKA TIDAK SEMBUH GARANSI DIKEMBALIKAN !!!

Cara Pemakaian :
1. Ambil bubuk secukupnya

2. Lalu aduk campur dengan arak putih secukupnya

3. Kemudian oleskan pada kulit herpes

4. Jika sudah kering, dioles kembali dan disarankan jangan terlalu encer

NB: Tutup rapat kembali bubuk obat herpes (Jangan sampai masuk angin)

Pantangan Makanan:

Jangan dulu makan yang gatal-gatal seperti udang, telur, ikan gembung, dll